Detakborneo.com
Home » Legislatif » DPRD Kalteng » Perusahaan Diminta Berkontribusi Bantu Penanganan Karhutla dan Krisis Air Bersih

Perusahaan Diminta Berkontribusi Bantu Penanganan Karhutla dan Krisis Air Bersih

Wakil Ketua II DPRD Kalteng M Ansyari

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Muhammad Ansyari meminta, agar perusahaan khususnya sektor perkebunan kelapa sawit, turut berkontribusi membantu masyarakat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berbagai dampak yang ditimbulkannya.

Pernyataan itu disampaikan, menanggapi pertanyaan terkait peran perusahaan dalam menjaga areal konsesi agar tidak terbakar. Termasuk adanya dugaan sejumlah korporasi yang tengah diselidiki terkait dugaan keterlibatan dalam kasus karhutla.

“Kami belum menerima informasi rinci mengenai temuan perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran lahan, maupun pelanggaran hukum lainnya. Yang pasti kami meminta aparat penegak hukum (APH) harus menindaklanjuti setiap temuan yang didukung bukti yang kuat,” kata Ansyari, Jumat (11/9/2026).

Dikatakan, kalau memang terdapat pelanggaran dengan bukti yang jelas dan nyata, pihkanya meminta dengan tegas agar aparat penegak hukum melakukan penyelidikan.

“Jika terbukti, tentu harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Menurutnya, situasi darurat karhutla saat ini membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk Perusahaan. Ia menilai, perusahaan yang memiliki sumber daya dan fasilitas pendukung perlu mengambil peran lebih besar untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap maupun kekurangan air bersih akibat musim kemarau.

“Kita minta perusahaan, terutama yang memiliki fasilitas dan kemampuan, untuk membantu masyarakat. Baik dalam upaya pemadaman kebakaran maupun penyaluran air bersih,” ujarnya.

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu juga mengatakan, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) guna mendukung distribusi air bersih ke masyarakat. Namun, salah satu kebutuhan yang masih diperlukan adalah armada pengangkut air atau water truck.

Ansyari juga berharap, perusahaan dapat berkontribusi melalui penyediaan sarana dan prasarana yang dimiliki untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kita minta dari pihak perusahaan yang memiliki fasilitas tersebut agar berkontribusi. Ini saatnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (red/gh)

 

Berita terkait

DPRD Upayakan Desa Dambung Kembali Masuk Kalteng

Redaksi Detakborneo

Investasi Hadir, Masyarakat Harus Sejahtera

Redaksi Detakborneo

Hero: Jadikan Sumpah Pemuda Momentum Perkuat Persatuan

Redaksi Detakborneo