PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) menyoroti fenomena antrean panjang kendaraan di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya.
Sorotan itu disampaikan Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong, saat dibincangi awak media, Kamis (10/9/2026). Ia meminta PT Pertamina (Persero) segera mengambil langkah solutif, agar ketersediaan energi tidak terus menjadi polemik.
“Pasokan BBM yang disalurkan ke wilayah Kalteng ini harus dievaluasi, agar benar-benar mencukupi tuntutan konsumsi masyarakat,” tegasnya.
Ia dengan tegas meminta agar masalah tersebut menjadi perhatian serius dari pihak pertamina. Terkhusus suplainya harus memadai sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menanggapi kemungkinan dewan memanggil manajemen Pertamina untuk dimintai klarifikasi melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP), ia mengatakan, proses pengawasan dan komunikasi sebenarnya telah diamanatkan dan berjalan melalui komisi yang relevan.
Terkait pemicu utama tersendatnya pasokan yang mengakibatkan penumpukan kendaraan di SPBU, Arton juga menilai hal tersebut kemungkinan besar bersumber dari masalah teknis di lapangan. Ia tidak melihat adanya unsur kesengajaan dalam pembatasan distribusi.
“Kalau ada kendala di jalan ya dijelaskan, apa mungkin tranportasinya, apa pengiriman minyak dari tempat produksi ke tempat konsumen itu barangkali ada kendala, ini semua perlu dijelaskan ke Masyarakat luas, agar tidak menimbulkan keresahan,” demikian Arton. (red/gh)

