PALANGKA RAYA – Sebanyak 11 kepala desa (Kades) dari Kabupaten Katingan dan Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) mendatangi gedung DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk menyampaikan berbagai keluhan mendesak.
Kedatangan mereka diterima langsung Ketua Komisi II DPRD Kalteng Hj Siti Nafsiah, para kades menyuarakan anjloknya alokasi Dana Desa yang mengancam operasional desa, minimnya bantuan sarana prasarana pertanian dan peternakan, serta kebutuhan dukungan pemadam karhutla di wilayah perdesaan.
“Rombongan tersebut terdiri dari 6 kepala desa asal Pulpis dan 5 kepala desa dari Katingan. Mereka menyampaikan aspirasi, pokok-pokok pikiran mereka terkait dengan permasalahan-permasalahan di kecamatan dan desa masing-masing. Misalnya soal bantuan sarana dan prasarana pertanian, kemudian juga peternakan, kemudian infrastruktur antar desa. Nah, itu yang menjadi aspirasi dari mereka,” kata Siti, Senin (5/10/2026).
Dalam pertemuan, para kepala desa mengeluhkan minimnya sentuhan program bantuan akibat luasnya bentang geografis dan keragaman wilayah, terutama di kawasan pelosok dan pesisir.
“Mereka ini menyampaikan, belum mendapatkan bantuan berupa sarana pertanian, peternakan, perikanan juga bagi yang di wilayah pesisir,” ujarnya.
Dikatakan, selain infrastruktur dan sarana produksi, para kepala desa juga melaporkan ancaman kekeringan serta membutuhkan dukungan alat pemadam kebakaran untuk mengantisipasi potensi karhutla.
“Persoalan paling krusial yang turut diadukan adalah anjloknya alokasi Dana Desa yang membuat operasional pemerintahan tingkat bawah lumpuh dan program kerja terbengkalai,” ungkapnya.
Keluhan itu kata dia, cukup masuk akal, di mana selama ini ada desa yang dana desanya mencapai Rp1,5 miliar, sekarang ini hanya tersisa Rp200-300 juta saja.
“Dengan adanya penurunan dratis dana desa itu, ke mana lagi mereka untuk merealisasikan program dan kegiatannya dan untuk mengatasi persoalan-persoalan di desa mereka kalau anggarannya turun drastis,” jelas Siti. (red/gh)

