PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Junaidi mengungkapkan, total dana penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalteng pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp107 miliar.
“Sumber pembiayaan penanggulangan karhutla ini merupakan gabungan dari beberapa pos anggaran, yang meliputi Belanja Tidak Terduga (BTT) murni serta alokasi tambahan di dalam APBD Perubahan,” kata Junaidi, Rabu (7/10/2026).
Ia merinci, alokasi awal bersumber dari BTT APBD murni senilai Rp27 miliar. Anggaran tersebut kemudian disokong dana bantuan pusat sebesar Rp40 miliar serta tambahan Rp40 miliar dari APBD Perubahan.
“Jadi totalnya menjadi Rp 107 miliar. Nah ini yang dikelola Pemerintah Provinsi dalam rangka menangani karhutla,” ujarnya.
Meskipun besaran total anggaran telah diputuskan, ia mengaku masih belum menerima rincian menyeluruh mengenai peruntukan dana tersebut, baik yang dialokasikan untuk belanja modal seperti pengadaan kendaraan dan mesin maupun pos operasional, termasuk honor serta konsumsi bagi para petugas di lapangan.
“Rp107 miliar ini digunakan untuk belanja modal seperti mesin, unit, dan sebagainya, bebrapa, belum ada laporan ke kita termasuk untuk konsumsi dan honor (relawan), belum ada laporannya,” jelas politisi Partai Demokrat itu.
Ia berharap pihak eksekutif mampu menyampaikan transparansi serta kejelasan pemanfaatan dana tersebut lebih awal, yakni menjelang akhir tahun ini.
“Langkah pelaporan lebih cepat sangat krusial guna meredam potensi keraguan atau pertanyaan, baik yang datang dari masyarakat luas maupun dari para kepala daerah (bupati dan wali kota) di seluruh wilayah Kalteng,” harapnya. (red/gh)

