PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik yang masih terus terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng), khususnya di Kota Palangka Raya menuai sorotan dari Wakil Ketua III DPRD Kalteng Junaidi.
“Di tengah kondisi masyarakat yang sedang menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pemadaman listrik seharusnya tidak lagi terjadi karena akan semakin membebani warga,” kata Junaidi, Jumat (1/10/2026).
Politisi Partai Demokrat ini mengharapkan, di tengah menghadapi musibah karhutla, masyarakat sudah bermasalah dengan asap. Jangan lagi ditambah dengan pemadaman listrik.
Menurutnya, PLN perlu memberikan perhatian khusus terhadap Kalteng karena daerah ini merupakan salah satu wilayah penghasil energi yang selama ini turut memasok kebutuhan listrik ke provinsi lain di Kalimantan.
Dia menyebut keberadaan pembangkit besar di Bangkanai, Pulang Pisau, dan Gunung Mas menjadi bukti, Kalteng memiliki kontribusi penting dalam sistem kelistrikan regional.
“Daya kita berlebih dan kita menyuplai ke Kalsel dan Kaltim. Ketiga pembangkit besar kita itu bukan hanya untuk kebutuhan kita, namun juga dialirkan ke Kalsel dan Kaltim,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan, kondisi tersebut seharusnya menjadi pertimbangan PLN untuk menempatkan Kalteng sebagai daerah prioritas dalam pelayanan kelistrikan. Dia mengaku heran apabila daerah yang berkontribusi terhadap pasokan listrik justru masih harus mengalami pemadaman.
“Kita secara prinsip penghasil daya sebenarnya. Oleh karena itu harapan kita jangan sampai kita penghasil daya justru mati lampu,” tegas Sekretaris DPD Demokrat Kalteng itu.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas, dan Kota Palangka Raya itu meminta, PLN pusat maupun daerah memberikan perhatian lebih serius terhadap kebutuhan listrik masyarakat Kalteng, terlebih saat daerah ini sedang menghadapi situasi darurat karhutla.
“Listrik merupakan kebutuhan vital yang mendukung aktivitas masyarakat, termasuk akses informasi, layanan kesehatan, hingga berbagai upaya penanganan dampak kabut asap. Jangan pemilik lumbung kelaparan. PLN harus bisa memperhatikan ini,” pungkasnya. (red/gh)

