Detakborneo.com
Home » Legislatif » DPRD Kalteng » Penataan Kota dan Ekonomi Kapuas Dinilai Alami Kemajuan Signifikan

Penataan Kota dan Ekonomi Kapuas Dinilai Alami Kemajuan Signifikan

Ketua Komisi I DPRD Kalteng H Muhajirin

PALANGKA RAYA – Kemajuan pembangunan di Kabupaten Kapuas di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Wiyatno dan Wakil Bupati Dodo diapresiasi positif dari Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) H Muhajirin.

Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) V, meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau (Pulpis) itu, tolok ukur keberhasilan pembangunan paling tepat dinilai langsung dari sudut pandang masyarakat yang menikmati dampaknya.

“Saya melihat pertama dari kacamata masyarakat dulu, karena mereka yang merasakan. Setiap kali turun ke lapangan, umumnya masyarakat senang. Apa yang dilihat dan dirasakan masyarakat itu yang menjadi ukuran,” kata Muhajirin, Selasa (6/10/2026).

Ia menyoroti pertumbuhan sektor UMKM di sekitar kawasan Stadion Bundaran yang semakin bergairah berkat pameran rutin akhir pekan. Ia menilai wajah perkotaan Kapuas kini mengalami perbaikan yang cukup nyata.

Meski demikian, kebutuhan infrastruktur di wilayah perdesaan khususnya akses jalan dan jembatan masih menjadi perhatian utama yang kerap disuarakan warga saat anggota dewan melaksanakan reses.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah memperluas partisipasi masyarakat hingga tingkat kecamatan dan desa melalui program anggaran sekitar Rp1 miliar per desa yang dikhususkan bagi pembangunan fisik.

“Satu desa itu satu miliar berjalan sampai sekarang, tapi dengan catatan, satu miliar itu semuanya fisik,” ujarnya.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk menuntaskan berbagai prioritas pembangunan di tingkat lokal, seperti perbaikan sarana jalan dan jembatan.

Muhajirin turut menyambut baik pelibatan pihak swasta melalui optimalisasi dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) yang diselaraskan dengan agenda pembangunan daerah. (red/gh)

 

Berita terkait

Pansus DPRD Kaji Tiru Perlindungan Disabilitas di Kalsel

Redaksi Detakborneo

Masyarakat Mura Keluhkan Krisis Air Bersih

Redaksi Detakborneo

APBD-P Kalteng TA 2025 Ditetapkan Rp8,350 Triliun

Redaksi Detakborneo