PALANGKA RAYA – Jajaran DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai, pembangunan Jalan Simpang Sepaku-Simpang Perigi di Kabupaten Lamandau sangat penting dilakukan, karena merupakan aksel vital bagi masyarakat.
Anggota DPRD Kalteng H Sugiyarto dalam reses, Jumat (28/8/2026), meninjau langsung progres proyek yang tahun ini mendapat alokasi anggaran lebih dari Rp17,5 miliar tersebut.
Dalam peninjauan lapangan tersebut, Sugiyarto didampingi langsung Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lamandau Joni Elen, beserta jajaran dinas terkait.
Ia menjelaskan, agenda reses kali ini difokuskan untuk melihat secara langsung progres infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi mobilitas warga setempat.
“Kami melaksanakan reses ini untuk meninjau langsung pembangunan jalan Simpang Sepaku dan Simpang Perigi. Tahun ini tersedia alokasi dana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng senilai lebih dari Rp17,5 miliar,” kata Sugiyarto.
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, membidangi kesejahteraan rakyat (Kesra) itu menuturkan, peningkatan kualitas jalan tersebut sudah sangat lama diidamkan oleh warga.
Pasalnya, jalur tersebut merupakan akses vital yang melintasi empat kecamatan sekaligus di Kabupaten Lamandau.
“Pembangunan ini menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Provinsi terhadap kebutuhan masyarakat daerah. Kami menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalteng, atas perhatiannya kepada masyarakat di daerah,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah kondisi efisiensi dan keterbatasan anggaran, pemprov tetap memprioritaskan alokasi dana penanganan jalan untuk Kabupaten Lamandau.
“Dengan keterbatasan anggaran, Pak Gubernur masih mengucurkan dana lebih dari Rp17 miliar ke Lamandau. Saya sangat berterima kasih, ini hal yang luar biasa. Target penanganan jalan ini cukup panjang, sekitar 15 kilometer, dan kita harapkan bisa selesai tepat waktu tahun ini. Semoga tahun depan dialokasikan kembali, karena pengerjaannya merupakan kolaborasi antara dana Pusat, Pemkab, dan Pemprov,” terangnya.
Kehadiran jalan beraspal mulus itu dipastikan membawa dampak besar bagi roda perekonomian dan aspek sosial masyarakat.
Selain memangkas waktu tempuh angkutan barang dan hasil bumi, akses jalan yang memadai sangat krusial dalam situasi darurat.
“Banyak masyarakat sebelumnya mengeluh, terutama saat membawa orang sakit dalam kondisi darurat yang harus melintasi jalan rusak. Pembangunan jalan ini tentunya juga akan mempercepat pertumbuhan ekonomi warga,” pungkasnya. (red/gh)

