Detakborneo.com
Home » Uncategorized » GRIB Jaya Harus Pahami Karakteristik Budaya Lokal

GRIB Jaya Harus Pahami Karakteristik Budaya Lokal

Anggota DPRD Kalteng Bambang Irawan saat dibincangi wartawan di gedung dewan beberapa waktu lalu. Foto : Istimewa

PALANGKA RAYA – Pembentukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya) di Kalimantan Tengah (Kalteng) menuai sorotan publik.

Salah satunya dari Anggota DPRD Kalteng Bambang Irawan. Menurutnya, keberadaan GRIB Jaya yang baru-baru ini mulai melebarkan sayapnya ke Bumi Tambun Bungai sah-sah saja.

Dikatakan, setiap organisasi masyarakat (Ormas) yang sah secara hukum harus diterima, akan tetapi ia mengingatkan, agar ormas besutan Rosario de Marshall atau Hercules, itu harus mematuhi peraturan dan menghormati budaya dan karakteristik lokal.

“Organisasi yang sah dan diakui pemerintah tentu harus diterima, asalkan mereka tunduk pada aturan yang berlaku. Tetapi, ormas harus paham dengan budaya dan karakteristik daerah setempat. Jika ada ormas yang tidak sesuai dengan adat kita, wajar saja ada penolakan,” kata Bambang kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Politisi PDIP itu juga mengungkapkan, GRIB Jaya harus lebih aktif menjalin komunikasi dengan ormas yang sudah ada.

“Di Kalteng kita memiliki forum kebangsaan yang melibatkan banyak ormas dan paguyuban. GRIB Jaya perlu membuka diri dan berkolaborasi dengan mereka untuk menjaga keharmonisan,” tegasnya.

Bambang yang juga Ketua Fordayak itu juga mempertanyakan, sejauh mana GRIB Jaya memahami akan budaya dan adat istiadat di Kalteng.

Karena, setiap ormas baru harus dapat beradaptasi dengan kondisi sosial dan budaya setempat agar tidak menimbulkan ketegangan.

“Apakah GRIB Jaya sudah memahami karakteristik budaya disini? Jika tidak, bisa jadi akan ada penolakan. Kalteng bukan tempat yang bisa menerima ormas yang tidak menghargai adat istiadat kita,” tegasnya kembali.

Bambang mengatakan, penolakan terhadap ormas baru, yang tidak memahami budaya lokal adalah sesuatu yang wajar.

“Saya ingin menegaskan Kalteng tidak menolak ormas, tetapi ormas tersebut harus memahami budaya kita. Jika tidak, buat apa ormas itu berdiri disini?” tukasnya.

Bambang mengajak GRIB Jaya untuk lebih memperhatikan pentingnya komunikasi dan kerja sama dengan berbagai ormas yang sudah ada di daerah ini.

“Di Kalteng, ada forum kebangsaan yang beranggotakan 86 ormas dan paguyuban. GRIB Jaya harus belajar untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan mereka agar dapat diterima oleh masyarakat,” pungkasnya. (red/gh)

 

 

 

 

Berita terkait

DPRD Gumas Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Kosong

Warga Sekonyer Usulkan Peningkatan Infrastruktur dan Dermaga

Redaksi Detakborneo