Detakborneo.com
Home » Legislatif » DPRD Dorong Pendidikan Karakter untuk Generasi Muda

DPRD Dorong Pendidikan Karakter untuk Generasi Muda

Anggota DPRD Kalimantan Tengah Abdul Hafid saat dibincangi wartawan di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Foto : Istimewa

PALANGKA RAYA – Jajaran DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong pendidikan karakter untuk generasi muda. Hal itu sangat penting, karena generasi muda merupakan penerus pembangunan di masa depan.

Hal itu disampaikan, Anggota DPRD Kalteng Abdul Hafid, saat dibincangi wartawan di ruang kerjanya, Kamis (10/4/2025).

Ia menegaskan, pendidikan karakter tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah dan keluarga saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

“Pendidikan karakter itu sangat penting untuk generasi muda, karena mereka nantinya yang akan meneruskan estafet pembangunan,” kata Hafid.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) II, meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan itu juga mengatakan, pembentukan karakter generasi muda merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Pendidikan karakter itu tanggung jawab bersama. Sekolah dan keluarga memang memiliki peran utama, namun masyarakat secara luas juga harus terlibat aktif,” tegas Hafid, yang juga Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Kalteng itu.

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, yang membidangi infrastruktur dan prasarana itu juga mengatakan, membangun karakter generasi muda membutuhkan langkah-langkah konkret.

Salah satunya adalah memperkuat peran keluarga, dalam menanamkan nilai-nilai moral sejak usia dini.

Selain itu, penting bagi orang dewasa untuk memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Teladan itu penting. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat. Maka kita sebagai orang dewasa harus bisa menjadi contoh yang baik dalam bersikap dan bertindak,” tuturnya.

Ia juga menekankan, pentingnya memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas dan berinovasi.

Tak lupa, ia mengingatkan, kebebasan tersebut tetap harus berada dalam koridor nilai-nilai moral dan etika.

“Kita tidak boleh membatasi kreativitas mereka. Justru kita harus mendukung, selama itu tidak keluar dari jalur etika. Dengan karakter yang kuat, mereka bisa menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” demikian kata Hafid. (red/gh)

 

Berita terkait

Pemerintah Harus Matangkan Perencanaan Pembangunan

Pemprov Diminta Ambil Alih Penataan Bundaran KB Sampit

Redaksi Detakborneo

3 Perusahaan Terduga Penyebab Karhutla yang Izinnya Dicabut Diminta Bayar Hak Pekerja Terdampak

Redaksi Detakborneo