PALANGKA RAYA – Minimnya realisasi keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) yang baru menyentuh angka 38 persen hingga Agustus 2026 menjadi sorotan DPRD Kalteng.
Guna mencegah terhambatnya perputaran ekonomi. Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong mendesak, agar jajaran eksekutif untuk segera mengeksekusi tahapan pelelangan proyek-proyek daerah.
“Kepada Pemerintah Daerah diimbau segera melakukan pelelangan pekerjaan proyek-proyek pemerintah daerah yang realisasi keuangan sampai dengan Agustus ini baru mencapai 38 persen,” kata Arton beberapa waktu lalu.
Percepatan proyek itu kata dia, memegang peranan vital untuk menciptakan lapangan kerja baru, menekan tingkat pengangguran, dan pada akhirnya mendongkrak daya beli masyarakat.
Sementara Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo mengatakan, pemerintah provinsi tidak tinggal diam dan terus memacu laju serapan anggaran serta tahapan lelang.
“Kita tetap berusaha lah supaya ini terus digenjot. Ini kan sudah sebagian lelang semuanya kan,” kata Edy.
Namun, terkait dengan akar permasalahan yang membuat realisasi anggaran masih tergolong lambat hingga kuartal ketiga tahun ini, Edy mengaku Pemprov saat ini perlu melakukan pengecekan lebih detail ke lapangan. (red/gh)

