PALANGKA RAYA – Jajaran DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), memenjalang ngimbau agar masyarakat waspada terhadap peredaran uang palsu menjelang lebaran mendatang.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kalteng Bryan Iskandar saat dibincangi awak media beberapa waktu lalu.
Menjelang perayaan Idulfitri mendatang, ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran uang palsu.
Dikatakan, momen lebaran sering kali dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mengedarkan uang palsu, terutama dengan meningkatnya transaksi ekonomi pada saat moment tersebut.
Ia mengungkapkan, banyak masyarakat yang lebih sibuk dan mungkin kurang teliti dalam memeriksa uang yang diterima selama periode menjelang lebaran.
“Ini membuka celah bagi pelaku kejahatan untuk menyebarkan uang palsu. Untuk itu kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada, karena menjelang lebaran, uang palsu sering beredar. Pastikan untuk selalu memeriksa uang yang diterima dan jangan ragu untuk melapor jika ada yang mencurigakan,” kata Bryan.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) III, meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Lamandau dan Sukamara itu mengatakan, agar masyarakat lebih cermat dalam bertransaksi di pasar atau toko, tempat yang rawan peredaran uang palsu.
“Transaksi yang meningkat menjelang lebaran adalah peluang bagi pelaku kejahatan untuk menyebarkan uang palsu. Masyarakat harus lebih teliti dan hati-hati dalam setiap transaksi,” ungkap Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng, yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) itu.
Ia juga menekankan pentingnya menggunakan alat pendeteksi uang palsu yang dapat membantu memeriksa keaslian uang.
Dia juga mendorong masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan insting dalam memeriksa uang, tetapi juga menggunakan cara-cara yang lebih tepat dan aman.
“Pastikan uang yang diterima benar-benar sah. Jika ada keraguan, segera cek dengan alat yang ada atau laporkan ke pihak berwajib,” pungkasnya. (red/gh)

