Detakborneo.com
Home » Nasional » KPK Geledah Kantor BI Terkait Dugaan Korupsi Dana CSR

KPK Geledah Kantor BI Terkait Dugaan Korupsi Dana CSR

Ketua KPK 2023-2024, Nawawi Pomolango

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menggeledah Kantor Bank Indonesia (BI) pada Senin (16/12/2024) malam. Penggeledahan tersebut diduga terkait kasus dugaan korupsi penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di BI.

Ketua KPK 2023-2024, Nawawi Pomolango, mengaku belum mendapatkan informasi terbaru mengenai penggeledahan tersebut. Ia meminta semua pihak bersabar menunggu informasi lebih lanjut dari tim penyidik di lapangan.

“Saya belum di-update. Kita tunggu sebentar,” ujar Nawawi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (17/12/2024).

KPK saat ini sedang mengusut dugaan penyalahgunaan dana CSR BI untuk kepentingan pribadi. Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, sebelumnya menjelaskan masalah muncul ketika dana CSR tidak digunakan sesuai peruntukannya.

“Misalnya, dana CSR ada 100, tetapi yang digunakan hanya 50. Sisanya digunakan untuk kepentingan pribadi, itu yang jadi masalah,” kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (18/9/2024).

Asep menambahkan kasus ini melibatkan penyalahgunaan dana CSR yang seharusnya digunakan untuk pembangunan fasilitas sosial atau publik.

“Kalau CSR digunakan sesuai peruntukan, seperti membangun rumah atau jalan, itu tidak masalah. Masalah muncul ketika digunakan tidak sesuai tujuan,” tegasnya.

KPK juga dikabarkan telah menetapkan tersangka dalam kasus dana CSR BI. Namun, identitas tersangka belum diumumkan dan akan disampaikan bersamaan dengan tindakan penangkapan atau penahanan.

Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo juga membenarkan KPK tengah menyelidiki penggunaan dana CSR di BI. Perry menegaskan BI selalu menjalankan program CSR sesuai dengan tata kelola dan prosedur yang berlaku.

“Kami pastikan program CSR atau PSBI memiliki tata kelola yang kuat dengan proses pengambilan keputusan yang berjenjang,” ujar Perry. (Red/BC)

Berita terkait

Tim Komunikasi Presiden Dinilai Lemah, Hendry Ch Bangun Ingatkan Risiko bagi Prabowo

Redaksi Detakborneo

ISWAMI Kirim Delegasi 15 Wartawan Malaysia Hadiri HPN 2025 di Banjarmasin

Redaksi Detakborneo

Sri Mulyani Incar Pendapatan Negara Rp3.005 Triliun di 2025

admin